FKM UHO Gelar Pengabdian Masyarakat Terkait Perilaku Ngelem Pada Anak Jalanan di Kecamatan Mandonga

Beberapa dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM-UHO) melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat pada anak jalanan di Kec. Mandonga tepatnya di Kelurahan Korumba dan Kelurahan Mandonga terkait penyalah gunaan inhalen yang lazimnya dikenal dengan ngelem.  Kegiatan kepada anak jalanan ini merupakan salah satu kegiatan tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat (pengabmas), yang dilaksanakan oleh tim dari LPPM UHO.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DR.PM) Kemenristek Dikti kompetitif nasional dengan skim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Fikki Prasetya, S.KM., M.Kes selaku ketua TIM, dan Ld. Muh. Sety, S.KM., M.Epid dan DR. Erwin Azizi Jayadipraja, S.KM., M. Kes sebagai anggota tim dengan melibatkan sejumlah mahasiswa FKM Studi akhir selaku pendamping lapangan.

Saat dikonfirmasi, ketua TIM Pengabmas Fikki Prasetya, SKM., M.Kes mengungkap kan bahwa kegiatan ini merupakan pendampingan terhadap Komunitas anak jalanan di Kelurahan Korumba dan Kelurahan Mandonga, dikarenakan pada dua wilayah ini terlihat semakin maraknya perilaku penyalahgunaan inhalen/ngelem yang ditemui pada anak jalanan. “Kegiatan ini didasari karena maraknya penyalahgunaan inhalen atau tenarnya ngelem pada anak jalanan, sehingga kami sebagai tim pengabmas mengambil inisiatif untuk membuat program penanggulangan penyalahgunaan inhalen ini, kegiatan ini rencananya dilaksanakan 8 bulan, dari bulan April kemarin sampai dengan November. Awalnya anak-anak jalanan ini kami survey, setelah datanya kami dapatkan, lalu kami melakukan penyuluhan tentang Napza yang juga terkait ngelem, selanjutnya dari anak jalanan ini kami ambi lmasing-masing 3 orang mewakili Kelurahan Korumba dan Kelurahan Mandonga dan kami berikan pelatihan Kader konselor sebaya (peer educator), yaa.. harapan kami kader ini mampu bekerja maksimal dalam menaggulangi maraknya perilaku ngelem dikalangan mereka, dan akan terus kami damping sampai kegiatan ini selesai” tuturnya.

Tak hanya tim LPPM UHO yang terlibat langsung, kegiatan ini juga bermitra dengan pemerintah Kelurahan Korumba dan Kelurahan Mandonga sebagai pihak yang mengetahui kondisi dan status social ekonomi anak jalanan di wilayahnya. Melalui kegiatan pengabmas yang dibingkai dalam bentuk kader konselor sebaya berbasis data base penyalahguna ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku komunitas anak jalanan di Kecamatan Mandonga secara simultan dan berkelanjutan dengan pelibatan mitra secara berkesinambungan, kader dan Komunitas Sadar Napza yang akan dibentuk, guna menekan potensi penyalahgunaan inhalen/ngelem dan Napza lainnya di daerah ini dan pada umumnya di Kota Kendari.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya berhenti selama jadwal kegiatan ini masih berlangsung saja, tetapi selanjutnya upaya berkelanjutan dalam menekan penyalahgunaan inhalen (ngelem) pada anak jalanan perlu digaungkan, karena bukan tidak mungkin anak-anak sebagai generasi bangsa ini akan mengalami degradasi yang merusak masa depan mereka. Untuk itu kami juga mencoba melibatkan pihak terkait seperti BNN dan NGO yang tertarik untuk bekerja sama memikirkan masa depan anak-anak yang masih menggantungkan harpaan yang begitu tinggi untuk bias meraih kesuksesan dan cita-cita mereka, dan mereka butuh uluran tangan kita” Pungkasnya.