Memaksimalkan Peran Bunda dalam Membentuk Keluarga Sadar Gizi

catatan kecil memperingati hari Gizi Nasional 25 Januari 2019

 

Sekali lagi masa balita masa emas yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Keterlambatan masa pertumbuhan dalam kandungan dapat dikejar dengan memaksimalkan pertumbuhan pada usia-usia emas ini. Mengukur pertumbuhan dan perkembangan pada balita dapat membantu ibu mengontrol status gizi buah hatinya. Pertumbuhan balita dapat di ukur dengan berbagai cara, salah satu cara yang lazim digunakan adalah dengan membandingkan antara Berat Badan (BB) dan TB balita (BB/TB). Pertanyaannya dimanakah para bunda dapat mengontrol pertumbuhan balitanya? Posyandu jawabannya. Di Posyandu penimbangan adalah salah satu menu utama, setiap bulan dengan mengunjungi posyandu ibu dapat mengontrol pertumbuhan buah hatinya.

Selain pertumbuhan, indikator lain yang digunakan untuk mengukur status gizi balita  adalah memantau perkembanganya. Jika pertumbuhan sangat berkaitan erat dengan aspek fisik maka perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi/organ individu. Faktor biologis, fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan memiliki peranan besar pada pola ini.  Sebagai contoh apa yang ibu lakukan saat si kecil sulit makan? Pola pengasuhan sangat menentukan untuk menjawab pertanyaan ini. Mari kita simak kutipan percakapan berikut ini:

“Saya biarkan saja begitu.. apa yang dia mau saya ikuti saja toh..karena biasa kalau dia tidak mau makan begitumi…”

“Yah..dibiarkan begitu saja..karena mau di apa…kalau dipaksa baru menangis kasian juga..jadi nanti lagi dia minta baru saya kasi..kalau tidak yah nanti dia menangis baru saya kasi makan berarti kan dia lapar mi itu…”

“Saya ganti-ganti makanannya…kalau malas makan biasa saya ganti-ganti makanannya supaya dia tidak bosan toh..”

“Ituji..paling saya paksa makan..makanji tapi hanya dua sendok, baru itumi dia tidak maumi lagi makan…malas sekali makan…”

“Saya beri itu..apakah obat yang menambah nafsu makan…vitamin..saya beri saja vitamin..”

Jawaban yang diberikan ibu sangat beragam, jawaban ini sangat tergantung kondisi biologis ibu (umur, penyakit yang diderita, hormon), kondisi fisik (keadaan rumah, cuaca, musim), kondisi psikologis (stress, kualitas interaksi anak-ibu, motivasi, niat), kondisi sosial (penghasilan keluarga, pekerjaan, pendidikan, jumlah anak). Dari faktor-faktor inilah yang menentukan jenis makanan yang diberikan juga frekuensi pemberian makanan pada balita. Faktor-faktor inilah yang membentuk pola pengasuhan makan pada balita.

Akhirnya pada masa-masa emas ini anak balita memandang segala sesuatu hanya dari sudut pandangnya. Ia adalah raja/ratu kecil yang harus dipenuhi semua keinginannya termasuk urusan makanan. Tapi bukanlah dalam sebuah kerajaan selalu ada permasuri, ibu suri yang selalu bisa menaklukkan hati raja dan ratu kecilnya, permaisuri itulah bunda. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan pada usia emas ini para bunda memiliki peran strategis, tepatlah bila Hari Gizi Nasional ke 59 tahun ini dijadikan tonggak untuk para bunda dalam memaksimalkan tumbuh kembang balita, dengan demikian diharapkan tema yang diangkat hari gizi nasional tahun ini “Keluarga sadar gizi, Indonesia sehat dan produktif” dapat tercapai.  Yuks bunda mengenal lebih jauh tumbuh kembang balita pastikan “Gizi Seimbang, Prestasi Gemilang :)”