Bimbingan Teknis Pembuatan Saringan Pasir Lambat di Perumahan Napabale II

Pengabdian Masyarakat merupakan tugas utama dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu bentuk pengabdian tersebut adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Bimbingan Teknis Pembuatan Saringan Pasir Lambat Untuk Mengatasi Kekeruhan Air Bersih oleh Tim Dosen FKM UHO Ketua Dr. Suhadi, S.KM, M.Kes sebagai Ketua Tim, Anggota Dr. La Dupai, M.Kes dan Sitti Rabani Karimuna, S.KM., M.P.H.

Program Bimbingan teknis SPL saat ini dilakukan di perumahan NAPABALE Kel. Rahandouna Kec. Poasia Kota Kendari. Seluruh warga yang tinggal diperumahan Napabale II menggunakan air yang bersumber dari sumur bor umum yang disediakan oleh perumahan, baik untuk keperluan memasak, mencuci dan keperluan minum. Permasalahan mitra adalah sumur bor umum milik perumahan mengandung zat besi yang tinggi, tidak layak konsumsi bahkan berbau dan terdapat warna kecoklat-coklatan yang diduga mengandung zat korosif dan merusak dinding, peralatan, pakaian dan peralatan dapur. Saat ini belum tersedia sumber air bersih pilihan yang bisa dimanfaatkan oleh penghuni perumahan.

Tingkat kekeruhan yang tinggi pada sumur bor tersebut diakibatkan oleh tingginya kandungan zat besi. Apabila terus air tersebut sering dimanfaatkan dan di konsumsi masyarakat akan berdampak pada kesehatan manusia berupa keracunan, mual-mual, muntah-muntah, kecatatan, gangguan fungsi organ tubuh, gangguan kecerdasan, bahkan kematian. Solusi permasalahan mitra adalah dengan menggunakan metode filtrasi untuk menjernihkan air dengan menggunakan media penyaring untuk menghilangkan partikel-patikel padat dan mikroorganisme dalam air. Proses penyaringanair dengan filtrasi dapat dilakukan dengan cara manual. Penyaringan dengan cara manual dilakukan dengan menyediakan media penyaring yang terdiri dari ijuk, pasir, kerikil, pipa, kran air, drum atau ember dan proses penyaringan dilakukan dengan bantuan gaya gravitasi bumi.

Target luaran berupa rekayasa teknologi media saringan pasir lambat untuk menghilangkan partikel padat dan mikroorganisme dalam air. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara analisa situasi untuk mengetahui permasalahan, menentukan prioritas masalah yang disepakati bersama masyyarakat, menyusun alternatif pemecahan masalah, rencana Program bimbingan rekayasa terknologi, Pengadaan alat dan bahan bimbingan rekayasa terknologi, Pelaksanaan bimbingan, dan Evaluasi kemampuan pengetahuan dan keterampilan rekayasa terknologi masyarakat

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan bimbingan, pengetahuan, keterampilan, alih teknologi dan turut membantu masyarakat dalam memecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi nya. Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya keluhan masyarakat tentang ketersediaan sumber air yang mengalami kekeruhan dan berwarna ke kuning-kuningan. Berdasarkan keluhan tersebut maka dibuatlah usulan proposal Pengabdian Kepada Masyarakat. LPPM UHO menganggarkan kegiatan tersebut melalui dana BLU LPPM UHO tahun penganggaran 2019. Harapan penyelenggara PPM adalah agar masyarakat yang telah di bimbing dapat memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan alih teknologi dapat menerapkan nya di lingkungan perumahan sesuai dengan kebutuhan dan dapat di kembangkan dengan baik ke depannya.